Selasa, Desember 18, 2012

Penomoran Versi pada Software

Hal yang perlu diperhatikan dalam penomoran versi pada software adalah pihak yang akan menggunakan software tersebut. Ada dua pihak yang terkait, yaitu: pengguna software dan pengembang software. Bila penomoran software memperhatikan dua pihak maka pelayanan yang diberikan oleh pengembang software dapat lebih memuaskan pengguna software.

Pengguna Software 

Penomoran versi software berupa versi mayor, minor, revision, alpha, beta cenderung membingungkan pengguna software yang umum. Bagi pengguna software, lebih mudah dipahami bila versi software berupa tahun. Apabila release software begitu cepat dapat ditambahkan bulan. Misalnya: Microsoft Office 2007 yang mencerminkan bahwa software tersebut dirilis di tahun 2007, Ubuntu 12.04 yang mencerminkan bahwa software dirilis pada tahun 12 / 2012 dan bulan 04 / April. Penomoran versi seperti pada Firefox 17.0 atau Google Chrome 23.0.1271.97 seakan tidak merupakan sesuatu yang sangat berarti bila dilihat dari sudut pandang pengguna. Begitukah ?

Pengembang Software

Pengembangan software secara umum mengikuti penomoran versi sebagaimana APR's Versioning Number. Penomoran versi ini digunakan untuk mendapatkan persamaan pemahaman tentang versi software yang dibicarakan. Yang menarik pada APR's Versioning Number tersebut adalah pembedaan perubahan nomor antara nomor major, minor dan patch.

MAJOR.MINOR.PATCH
Nomor major hanya berubah ketika ada penghapusan constant atau function. Dalam pengembangan software yang dikembangkan oleh banyak developer, penghapusan constant atau function adalah sesuatu yang krusial terkait dengan konsep reusable yang telah diimplementasikan dalam hampir semua bahasa pemrograman. Nomor minor hanya berubah bila bila ada penambahan constant, penambahan function, perubahan function (function yang lama masih belum dihapus), depreciated function (function direncanakan untuk dihapus namun function yang lama masih belum dihapus). Nomor patch hanya berubah ketika ada perubahan selain pada nomor major dan  nomor minor.

Bagaimana sebaiknya?

Yep, pertanyaan tersebut susah untuk dijawab. Bila pengguna dari software adalah developer dari software lain atau bukan end-user, mungkin penggunaan APR's Versioning Number lebih bermanfaat. Kalau tidak, yang terpenting adalah software yang didistribusikan dapat memberikan informasi yang cukup bagi pengembang untuk memperoleh kesamaan pemahaman terhadap software yang dihadapi oleh pengguna. Dan, memberikan informasi yang cukup bagi pengembang lain yang menggunakan output atau fitur dari software tersebut.

3 komentar:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus
  2. Kini ku tau cara penomoran versi software.

    Terimakasih

    BalasHapus